Info Aktual

BPTP Bali Dampingi UPSUS SIWAB dengan Minoxvit

Permasalahan Reproduksi induk sapi salah satunya disebabkan karena stress lingkungan dan kekurangan mineral dan vitamin utama. Hal ini secara umum bisa diatasi dengan pemberian antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. 

Menurut Made Londra (Peneliti BPTP Bali) Minoxvit adalah suatu pakan aditif yang mengandung antioksidan alami, vitamin dan mineral yang bila diberikan kepada induk untuk meningkatkan status reproduksinya. Minoxvit mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu Minoxvit juga mengandung Vitamin dan Mineral Se yang dapat meningkatkan estrus induk. Lebih lanjut Made Londra Mengatakan Fungsi Minoxvit untuk Reproduksi induk yaitu meningkatkan kinerja mikroba rumen, mencegah penurunan bobot badan induk setelah melahirkan, meningkatkan laju pertumbuhan anak yang baru lahir dari induk yang diberi Minoxvit dan memperpendek post partum oestrus (masa timbulnya birahi kembali setelah melahirkan.

Dalam ranga mendampingi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS Siwab) di Provinsi Bali, BPTP Bali Upsus Siwab mendiseminasikan Minoxvit pada Induk Sapi. Salah satu kegiatan pemberian Minoxvit pada induk sapi dilakukan di Kelompok Budi Karya Jati, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada hari Kamis, (18/4).

 

Tujuh Sertifikat SDG diserahkan Ke Bupati Jembrana

Sumber Daya Genetik (SDG) Tanaman memiliki arti penting dalam memenuhi kebutuhan akan pangan di Indonesia. Saat ini beberapa varietas SDG komoditas tanaman telah dimanfaatkan sebagai pangan, dan sejumlah varietas tanaman lainnya yang belum dimanfaatkan. Tanaman SDG diketahui memiliki potensi sebagai pangan.

Kabupaten Jembrana adalah kabupaten yang terletak di ujung barat pulau Bali. Kabupaten Jembrana memiliki luas wilayah 841.80 km² sangat kaya akan Sumberdaya Daya Genetik (SDG) tanaman. "Beberapa diantaranya adalah tanaman Kawista, Pisang Kayu, Pisang Lumut, Kelapa gading merah, Kelapa hijau genjah, Salak Gatri Penyaringan, dan Daruju. "Semua tanaman tersebut kini telah terdaftar sebagai SDG Kab. Jembrana dan telah memiliki sertifikat tanda daftar" menurut Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa.

Pada tanggal 8 April 2019 bertempat di Kantor Bupati Jembrana, BPTP Bali menyerahkan ke 7 (tujuh) sertifikat tanaman Sumber Daya Genetik asli Jembrana kepada Bupati Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha SE. MM menyambut baik sertifikat SDG yang diserahkan BPTP Bali kepadanya. Dirinya berharap kedepan tanaman-tanaman SDG tersebut akan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jembrana. Selain itu Bupati Jembrana mengatakan tahun 2019 ini akan didaftarkan pula SDG khas Jembrana yang lainnya seperti jambu Budeng, dan lainnnya.

BPTP Bali Sebagai Tim Penguji Lomba Ternak di Gianyar

Salah satunya komoditas ternak yang sangat potensial untuk dikembangkan dan cocok dengan kondisi lingkungan di indonesia, yaitu sapi bali. Sapi bali merupakan salah satu jenis plasma nutfah bangsa sapi yang didomestifikasi di Pulau bali. Sapi ini mempunyai banyak  keunggulan dibandingkan dengan sapi lain, seperti tingkat kesuburan yang mencapai 83%, mudah beradaptasi dengan iklim yang panas dan dia adalah tenaga kerja yang tangguh ketika turun ke sawah untuk membajak.

Keberhasilan usaha ternak Sapi Bali diperlukan bibit-bibit tenak yang berkualitas, oleh sebab itu diperlukan seleksi sapi Bali, sehingga bisa memperbaiki genetik sapi bali.  Dalam lomba ternak tersebut Bupati Gianyar menetapkan tim penguji dari Balitbangtan BPTP Bali, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali. Made Londra (Peneliti BPTP Bali) melaporkan penilaian dilakukan pada hari minggu, tanggal 14 April 2019 di Kecamatan Payangan. Peserta lomba terdiri dari 7 Kecamatan yang ada dikabupaten gianyar dengan jumlah sapi 51 ekor.

BPTP Bali Ikuti Workshop Konsolidasi KRPL dan OPAL

Kebutuhan akan bahan pangan di Indonesia semakin meningkat. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Solusi dari permasalahan tersebut Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Obor Pangan Lestari (Opal) merupakan satu kesatuan dengan prinsip pemanfaatan pekarangan secara optimal, yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan gizi dan pendapatan keluarga. demikian yang disampaikan Kepala BBP2TP Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA., dalam sambutannya pada pembukaan workshop konsolidasi kegiatan dukungan inovasi dan pendampingan KRPL yang dilaksanakan di Hotel Sany Rosa, Bandung, Jumat 28-29 maret 2019.

Terkait dengan workshop tersebut, untuk mensukseskan program KRPL dan Opal di Provinsi Bali, BPTP Bali mengikuti sertakan Seorang Penyuluh untuk mengikuti kegiatan workshop.


Bimtek Pengelolaan Informasi Publik di BPTP Bali

Denpasar - Keterbukaan Informasi Publik  menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2008 pasal 1 ayat 2 adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Sedangkan pasal 1 ayat 9 menyebutkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) adalah pejabat yang bertanggung jawab di bidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan, dan/atau pelayanan informasi di badan publik.

Guna meningkatkan kinerja PPID dalam pengelolaan dan pelayanan UPT Lingkup Kementerian Pertanian dalam memberikan layanan Informasi Publik, Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian selama dua hari yaitu dari tanggal 11-12 April 2019 melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Pelayanan dan Pengelolaan Informasi Publik Berbasis Online kepada seluruh Pengelola Informasi Publik UPT Kementan di Wilayah Indonesia Timur (Bali, NTB, NTT).

Hari Sabtu (13/4), Bimtek yang penyelengaraannya bertempat di BPTP Bali, ditutup langsung oleh Kepala Biro Humas Dan Informasi Publik-Kementan, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr., Ph.D. Dalam acara penutupan Kepala Biro Humas dan informasi Publik sekaligus memberian arahan kepada peserta bimtek tetang bagaimana mengelola Imformasi publik di era digital sekarang ini. Sehingga diharapkan apa yang diinformasikan kepada publik mendapatkan citra positif bagi institusi. Selain Peserta bimtek seluruh ASN di BPTP Bali hari ini juga hadir untuk mengikuti arahan dari Kepala Biro Humas terkait pengelolaan dan pelayanan Informasi Publik.

 

Bali Sambut Program Kementan Ciptakan Petani Milenial

Salah satu program Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dimulai sejak tahun 2019 adalah merekrut petani milenial dari seluruh Indonesia. Menurut Kementerian Pertanian yang dimaksud petani milenial adalah petani-petani yang berusia antara 19-39 tahun yang berjiwa milenial yang dicirikan oleh akses terhadap teknologi digital. Dalam melaksanakan program tersebut di Provinsi Bali, sampai bulan Maret 2019 telah direkrut sebanyak 12.842 petani milenial yang tergabung dalam 514 kelompok tani.

Lounching pencanangan petani milenial di Provinsi Bali dilaksanakan hari Selasa 12 Maret 2019 bertempat di Bagus Agro Pelaga, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung-Bali. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir. Syukur Iwantoro, MS., M.B.A. Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Gubernur Bali, Perwakilan Bupati Badung, Balai Besar Penyuluhan Pertanian (BBPP) Ketindan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pertanian se Bali, Institusi Vertikal Kementerian Pertanian yang ada di Bali serta 453 orang perwakilan dari petani milenial di Bali.

Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. mengatakan sangat menyambut baik program petani milenial yang dilaksanakan Kementerian Pertanian RI. “Melalui program petani milenial ini dengan memberikan akses permodalan (fasilitas kredit) dan bantuan atau subsisdi sarana produksi serta pelaksanaan bimbingan teknis saya meyakini minat generasi muda milenial terjun ke pertanian akan dapat ditingkatkan“ ungkapnya. Selain itu Gubernur Bali juga memberikan apresiasi yang setingi-tinginya kepada Kementerian Pertanian berserta jajarannya karena telah mengalokasikan kegiatan gerakan petani milenial di Bali.

Kepala Balai Besar Ketindan, Malang Dr. drh. Kresno Suharto, MP selaku penanggung jawab program gerakan petani milineal di Provinsi Bali melaporkan kegiatan yang akan dilakukan BBPP Ketindan terhadap petani milenial di Provinsi Bali adalah berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) komoditas Hortikultura, Perkebunan, dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dari 9 Kabupaten/Kota. Menurutnya kegiatan bimtek yang akan dilaksanakan mengunakan metode orang dewasa (andragoni), melalui ceramah, diskusi kelompok, pemecahan masalah, praktek dan on the job traning. Lebih lanjut dikatakan Fasilitator telah disiapkan dari BBPP Ketindan, BPTP Bali, serta pakar/dan praktisi lainya. “Khusus untuk bimbingan teknis pengelolaan Kawasan Rumah Pangan Lestari kami selengarakan bertempat di BPTP Bali, mulai tanggal 12-15 Maret 2019” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir. Syukur Iwantoro, MP. M. B. A., dalam sambutannya mengatakan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing pasar Internasional merupakan salah satu agenda yang tertuang dalam nawacita presiden RI. Dalam mewujudkan agenda tersebut Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mencanangkan program petani milenial untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian yang adaptif terhadap perubahan teknologi yang mendukung program pertanian menuju lumbung pangan dunia 2045. Lebih lanjut Sekjen Kementan mengharapkan dengan bimtek petani milenial akan meningkat kemampuan manajerial, berwirausaha, organisasi bisnis, usaha tani modern yang produktif dan efisien, berdaya saing serta berkelanjutan. “Pada akhirnya petani milenial dapat meningkat kesejahteraan mereka” ungkapnya.

Kepala Balitbangtan Menyapa ASN BPTP Bali

Denpasar - Hari ini Sabtu (13/4), disela-sela kegiatan medampingi Menteri Pertanian di Bali, Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., menyempatkan diri mengunjungi BPTP Bali untuk memberikan arahan dan motivasi kepada ASN di BPTP Bali. Walaupun hari Sabtu merupakan hari libur, namun tidak menyurutkan semangat para ASN di BPTP Bali untuk mendengarkan arahan dari Kepala Badan Litbang Pertanian, Kementan. 

Dalam arahannya Kepala Balitbangtan menyampaikan program Balitbangtan ke depan serta capaian dan target dari Kementerian Pertanian. Kepala Balitbangtan juga menyampaikan agar UPT di bawah Badan Litbang Pertanian harus bisa bersinergi dalam memberikan dukungan Inovasi teknologi pertanian untuk mensukseskan program-program dari Kementerian Pertanian. Kepala Badan Litbang Pertanian berpesan kepada seluruh ASN di BPTP Bali agar Terus meningkatkan kinerja " Mulai bulan April ini kita sebagai ASN akan dibayarkan 50 persen dari kehadiran dan 50 persen dari kinerja kita" ujarnya. 

Kepala BPTP Bali, Dr.I Made Rai Yasa mengatakan, merasa berterimakasih kepada Kepala Badan Litbang Pertanian telah bersedia memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh ASN di BPTP Bali. Lebih lanjut Kepala BPTP Bali akan melaksanakan sepenuhnya apa yang menjadi arahan dari Kepala Badan Litbang. " Kami siap mengikuti petunjuk dari Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian" ujarnya.

Tabanan Kembangkan Durian Kunyit di TTP dan Sekitarnya

Setelah sukses mendaftarkan sebagai varietas Sumber Daya Genetik (SDG) asli Tabanan, kini pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk lebih mengembangkan lagi durian kunyit di Tabanan.

Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang berlokasi di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Tabanan-Bali yang lebih dikenal dengan nama "TTP Sanda" dianggap sebagai salah satu tempat strategis dalam mengembangkan durian kunyit.

Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sanda dibangun oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian yang dimulai sejak tahun 2016. Dalam pelaksanaannya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali bersinergi  dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud), dan Institusi terkait lainnya.

Menurut kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa, tahun 2018 TTP Sanda sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan, "Tentunya dalam hal pengembangan inovasi kami tetap berkomitmen untuk mendampingi" jelasnya.

Minggu 24 Februari 2019 bertempat di TTP Desa Sanda, dilaksanakan acara penyerahan sebanyak 300 pohon benih durian kunyit dari LPPM Unud kepada Pemda Tabanan. Pemda Tabanan yang diwakili Kepala Bappelitbang Tabanan  selanjutnya menyerahkan kepada Kepala Desa Sanda untuk segera ditanam di sekitar TTP oleh anggota Subak Abian.

Sementara itu di hari yang sama juga dilakukan penanaman bersama durian kunyit secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan, Perwakilan DPRD Tabanan dan Kepala BPTP Bali yang dalam hal ini diwakili Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian.

Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila dalam arahannya mengharapkan ke depan TTP Sanda dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Desa Sanda dan sekitarnya. "Potensi lokal harus dikedepankan sehingga mampu menjadi percontohan pengembangan wilayah berbasis inovasi dan pengembangan wisata agro". Ujarnya.

Selain itu disampaikan pula oleh Sekda Tabanan bahwa pengembangan TTP Sanda didukung dan bersinergi dengan pengembangan kawasan berbasis Nira, Kopi, Salak dan Kelapa (Nikosake).

Penyusunan Road Map Pengembangan Ternak Sapi Bali

Sapi bali merupakan salah satu jenis plasma nutfah bangsa sapi yang didomestifikasi di Pulau bali. Sapi ini mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan sapi lain. Oleh pemerintah Bali Sapi Bali terus diusahakan pengembangannya, baik dari segi produktivitas maupun populasinya.

Senin 8 April 2019, dilaksanakan kegiatan penyusunan Road Map pengembangan ternak sapi Bali melalui kegiatan Focus Group Discusion (FGD). Kegiatan penyusunan Road Map mengambil tema Peningkatan Mutu Genetik Sapi Bali melalui Introduksi Gen Banteng dengan narasumber Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali mengundang perwakilan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, stakeholder yang ada di daerah meliputi ; Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintahan Provinsi Bali, Balai Perbibitan Ternak Unggul-HPT Denpasar, BPTP Bali, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Fakultas Kedokteran Hewan Iniversitas Udayana, Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Warmadewa, Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana dan Pusat Kajian Tanaman Tumbuhan Pakan Universitas Udayana.

Kegiatan penyusunan Road Map dilatarbelakangi oleh fenomena indikasi penurunan mutu genetik sapi Bali yang ada di Bali. Untuk meningkat mutu genetik sapi Bali, disusun sebuah ide penelitian yaitu melalui persilangan sapi Bali dengan Banteng. Diharapkan nantinya hasil persilangan tersebut mampu meningkatkan kualitas performa sapi Bali yang ada di Bali. Penyusunan Roadmap ini diharapkan menjadi pedoman dan arah kegiatan peningkatan mutu genetik sapi di pulau Bali dalam rangka penyediaan bibit sapi Bali unggul di tahun 2024.

Berdasarkan hasil FGD yang dilakukan, pada prinsipnya seluruh stakeholder sepakat dan menilai ide penelitian yang disampaikan cukup baik, namun perlu dikaji lebih lanjut terkait apakah penurunan genetik sapi Bali benar terjadi atau bahkan mungkin penurunan kualitas tersebut akibat pola budidaya peternak yang masih tradisional dan belum mengindahkan kaedah-kaedah budidaya yang baik. Jika hal tersebut memang tejadi, maka penelitian ini dapat menjadi solusi dalam upaya peningkatan kualitas dan performa sapi Bali di Provinsi Bali.  

 

 

‘Aisyiyah dan BPTP Bali Bersinergi Kembangkan RPL

Denpasar - Terjadinya alih fungsi lahan dari lahan sawah atau kebun menjadi lahan industri atau pemukiman cukup menghawatirkan bagi pengembangan sektor pertanian. Di satu sisi kebutuhan akan pangan semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satu solusi dari Kementerian Pertanian adalah menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali Sebagai Institusi struktural di bawah Badan Litbang Kementerian Pertanian dari tahun 2012 telah mengembangkan program KRPL di Bali. Pengalaman ini yang menarik Pimpinan wilayah ‘Aisyiyah Bali untuk belajar tentang konsep KRPL di BPTP Bali. Terkait hal itu hari Selasa 19 Februari 2019 sebanyak 40 orang perwakilan ‘Aisyiyah Bali mengikuti pelatihan tentang pemanfaatan lahan pekarangan rumah di BPTP Bali. Acara pelatihan dibuka oleh Kepala BPTP Bali yang diwakili Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian I Nyoman Adijaya. Materi pelatihan difokuskan pada tehnik budidaya tanaman secara hidroponik.

Dalam arahannya Adijaya mengungkapkan bahwa dari hasil kajian BPTP Bali di Cengkilung, Denpasar Utara, tahun 2012 diketahui penerapan Model Pumah Pangan Lestari mampu menekan pengeluaran rumah tangga rata-rata sebesar Rp 6.000 ~ Rp 8.000 per KK/hari. Lebih lanjut dikatakan bahwa BPTP Bali siap bekerjasama dengan Aisyiyah untuk mengembangkan KRPL di Bali. Sedangkan peran dari BPTP Bali dan ‘Aisyiyah menurutnya akan dituangkan dalam MoU. “Agar kuat dan berkelanjutan sebuah kerjasama harus diikat dengan adanya perjanjian kerjasama (MoU)”. Jelasnya.

Ketua pimpinan wilayah ‘Aisyiyah Bali, Ir. Takwalin mengatakan bahwa konsep Rumah Pangan Lestari akan dijadikan salah satu program di ‘Aisyiyah Bali. Dirinya juga mengharapkan tetap bisa bekerjasama dengan BPTP dalam mengembangkan program tersebut.” Konsep Rumah Pangan Lestari ini akan kami sebarkan ke seluruh cabang ‘Aisyiyah Bali, Kami juga akan menerapkannya ke 23 sekolah-sekolah kami”. Ujarnya.

 

Subcategories

Subcategories